Wisata Indonesia

Wisata Bandung – Gunung Tangkuban Perahu

June 24, 2019

Kota Bandung tak hanya ihwal fashion dan kuliner, ada hal menarik lain dari kota ini. Jika Anda bosan dengan suasana perkotaan Bandung, maka coba nikmati wisata alamnya. Anda sanggup tiba ke salah satu tempat wisata yang paling ramai dikunjungi di Bandung yaitu Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Tangkuban Perahu merupakan sebuah gunung aktif di Bandung Utara, tepatnya di Cikole, Lembang, atau sekitar 20 km dari sentra kota Bandung. Letusan terakhir gunung ini tercatat pada tahun 2013 namun meski begitu, gunung ini masih relatif kondusif untuk dikunjungi.

 Jika Anda bosan dengan suasana perkotaan Bandung Wisata Bandung – Gunung Tangkuban Perahu

Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Beberapa tanda aktifnya gunung ini yaitu adanya gas sulfur dan juga sumber air panas yang mengalir di kaki gunung, contohnya di Ciater. Jika berkunjung ke gunung ini, Anda sangat disarankan membawa masker epilog ekspresi untuk menghindari kedaluwarsa gas sulfur yang tajam.

Gunung Tangkuban Perahu mempunyai ketinggian 2.084 di atas permukaan maritim atau sekitar 6.873 kaki. Suhu di gunung ini yaitu 17 derajat Celcius pada siang hari dan sanggup mencapai 2 derajat Celcius pada malam hari. Karena suhunya yang dingin, pada ketika berkunjung ke tempat wisata ini jangan lupa untuk membawa sweater dan jaket Anda.

Tak ibarat gunung berapi lainnya, puncak Gunung Tangkuban Perahu ini berbentuk memanjang dan ibarat sebuah bahtera yang terbalik. Pada lereng gunung juga terdapat hamparan perkebunan teh yang menciptakan Anda ingin berlama-lama menikmati keindahannya.

Tempat wisata yang satu ini juga seringkali dijadikan lokasi pemotretan untuk foto prewedding, iklan komersil dan juga pengambilan gambar untuk film.

Jika Anda belum puas menikmati keindahan Gunung Tangkuban Perahu dalam satu hari, Anda juga sanggup bermalam dan melanjutkan keesokan harinya. Di sekitar gunung ini banyak terdapat hotel yang sanggup Anda gunakan untuk menginap, mulai dari yang mengenakan tarif terjangkau hingga hotel mahal dengan kualitas pelayanan terbaik.

 

Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Seperti kebanyakan gunung di Indonesia yang mempunyai kisah rakyat yang diturunkan dari generasi ke generasi, Gunung Tangkuban Perahu juga mempunyai sebuah kisah yang dipercaya sebagai asal ajakan terbentuknya gunung ini. Cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi tentunya sudah tak gila bagi sebagian besar orang.

Diceritakan pada zaman dahulu kala, hidup seorang wanita yang manis jelita berjulukan Dayang Sumbi. Kecantikan Dayang Sumbi sudah diketahui oleh banyak orang. Dayang Sumbi hidup berdua dengan anaknya yang berjulukan Sangkuriang di sebuah hutan belantara. Dayang Sumbi sangat mencintai Sangkuriang dan mereka hidup senang bersama seekor anjing kesayangannya, si Tumang, yang tolong-menolong yaitu ayah dari Sangkuriang.

Suatu hari, Sangkuriang menciptakan sebuah kesalahan. Sangkuriang pergi berburu rusa bersama si Tumang. Sampai sore hari, Sangkuriang tidak mendapat rusa seekor pun. Sangkuriang takut akan mengecewakan ibunya. Akhirnya, ia tetapkan untuk membunuh si Tumang dan membawa dagingnya pulang ke rumah.

Di rumah, Dayang Sumbi segera memasak daging yang dibawa anaknya pulang. Setelah makan, barulah ia menyadari ketidakberadaan si Tumang. Sangkuriang kesudahannya mengaku bahwa daging yang mereka makan yaitu si Tumang. Dayang Sumbi luar biasa murka pada Sangkuriang. Ia melemparkan sebuah kerikil hingga mengenai kepala anaknya dan mengusirnya pergi.

Dayang Sumbi kemudian menyesal telah mengusir anak kesayangannya. Kemudian ia berdoa semoga diberi umur yang panjang dan abadi muda semoga sanggup bertemu dengan anaknya kembali. Setelah beberapa tahun, mereka berdua bertemu kembali. Dayang Sumbi masih muda dan semakin cantik, sedangkan Sangkuriang telah tumbuh remaja dan tampan. Singkat cerita, mereka berdua jatuh cinta.

Pada suatu hari, Sangkuriang menyampaikan ingin menikahi Dayang Sumbi. Di ketika yang sama, wanita itu melihat bekas luka di kepala Sangkuriang dan menyadari bahwa ia yaitu anaknya yang telah usang pergi. Dayang Sumbi kemudian mencari cara semoga mereka tak jadi menikah.

Setelah meminta petunjuk, Dayang Sumbi kemudian mengajukan syarat pada Sangkuriang. Pemuda itu harus sanggup menciptakan danau dan bahtera dalam semalam semoga keesokan harinya mereka sanggup berkeliling danau berdua.

Menjelang pagi, danau dan bahtera yang dibentuk Sangkuriang hampir selesai, Dayang Sumbi pun khawatir dan berdoa semoga matahari segera terbit. Doanya terkabul, matahari terbit dan Sangkuriang belum berhasil menuntaskan perahunya. Karena marah, Sangkuriang lantas menendang bahtera setengah jadi tersebut ke tengah danau. Perahu mendarat dalam posisi terbalik. Perahu itulah yang kemudian disebut sebagai Gunung Tangkuban Perahu.

 Jika Anda bosan dengan suasana perkotaan Bandung Wisata Bandung – Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu

Jika dilihat dari kejauhan, Gunung Tangkuban Perahu memang berbentuk ibarat dengan bahtera yang terbalik.

 

Tiga kawah Jika Anda bosan dengan suasana perkotaan Bandung Wisata Bandung – Gunung Tangkuban Perahu

Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Letusan gunung yang terjadi menjadikan munculnya kawah-kawah di sekitar gunung ini. Dari beberapa kawah yang dimiliki, ada tiga kawah yang paling populer di Gunung Tangkuban Perahu antara lain: Kawah Upas, Kawah Domas, dan Kawah Ratu.

 

Kawah Ratu Jika Anda bosan dengan suasana perkotaan Bandung Wisata Bandung – Gunung Tangkuban Perahu

Kawah Ratu

Kawah Ratu merupakan kawah terbesar dari ketiga kawah yang paling populer di Gunung Tangkuban Perahu. Untuk menuju ke kawah ini, Anda sanggup memakai kendaraan beroda empat langsung maupun kendaraan beroda empat sewaan di lokasi yang akan mengantarkan Anda hingga ke Kawah Ratu. Jalan menuju ke kawah tidaklah sulit, sehingga banyak wisatawan yang datang.

Kawah Ratu sanggup dilihat dari dataran yang lebih tinggi dengan pagar pembatas dari kayu untuk keselamatan wisatawan. Pemandangan yang manis sanggup Anda saksikan di sini. Tanah di sekitar kawah umumnya berwarna putih dengan batu-batu berwarna kekuningan alasannya kandungan belerang. Selain itu juga Anda sanggup melihat asap yang mengepul dari kawah.

Di sekitar lokasi terdapat banyak toko kecil yang menjual banyak sekali suvenir ibarat topi, syal, sarung tangan, masker dan juga banyak sekali kerajinan dari kayu. Tak hanya suvenir, ada juga warung makan yang menjual mie rebus dan teh hangat atau ketan bakar yang merupakan kuliner khas Lembang.

Untuk berkeliling, selain dengan berjalan kaki, Anda juga sanggup menunggang kuda.

 

Kawah Upas Jika Anda bosan dengan suasana perkotaan Bandung Wisata Bandung – Gunung Tangkuban Perahu

Kawah Upas

Kawah Upas berada di sebelah Kawah Ratu. Untuk mencapainya, Anda harus melalui jalan terjal dan berpasir. Mungkin hal ini yang menciptakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke sini lebih sedikit bila dibandingkan dengan Kawah Ratu. Selain itu, Kawah Upas juga lebih kecil dan lebih dangkal.

 

Kawah Domas Jika Anda bosan dengan suasana perkotaan Bandung Wisata Bandung – Gunung Tangkuban Perahu

Kawah Domas

Kawah Domas berada di dataran yang lebih rendah dari Kawah Ratu. Tidak ibarat di Kawah Ratu yang hanya diperbolehkan melihat dari kejauhan dan dibatasi pagar kayu, di Kawah Domas, Anda sanggup melihat lebih dekat. Bahkan Anda juga sanggup melaksanakan pengujian panasnya kawah dengan merebus telur di sini. Menarik bukan?

Jika Anda ingin mengunjungi Kawah Domas di atas jam empat sore, maka Anda harus menyewa seorang pemandu demi alasan keselamatan.

Selain tiga kawah tersebut, ada lagi yang menarik dari Gunung Tangkuban Perahu, yaitu Pohon Manarasa. Pohon yang banyak tumbuh di sekitar tempat wisata ini mempunyai daun berwarna merah dan bila dimakan rasanya ibarat dengan daun jambu. Menurut warga sekitar, daun pohon ini sanggup mengobati diare. Uniknya, mereka juga percaya bahwa daun ini juga sanggup menciptakan abadi muda. Dayang Sumbi dipercaya selalu makan daun ini, sehingga ia tetap manis dan abadi muda.

 

Lokasi Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu berlokasi di Jawa Barat, tepatnya di Cikole, Lembang, Bandung Utara.

 

Transportasi ke Gunung Tangkuban Perahu

Salah satu hal yang menarik dari Gunung Tangkuban Perahu yaitu diperbolehkannya kendaraan masuk dan naik hingga ke daerah kawahnya dan tersedianya lahan parkir yang cukup luas untuk kendaraan Anda. Hal ini tidak banyak terjadi di gunung-gunung lain di Indonesia yang menjadi tempat wisata.

Jika memakai kendaraan pribadi, ada dua rute yang sanggup Anda pilih:

Keluar pintu tol Pasteur menuju ke Jalan Dr. Djunjunan – Pasirkaliki – Sukajadi – Setiabudi – Lembang – Gunung Tangkuban Perahu.Keluar pintu tol Padalarang menuju arah Cimahi – belok kiri ke arah Jalan Kolonel Masturi – hingga pertigaan Jalan Raya Lembang, belok kiri – Gunung Tangkuban Perahu.

Sedangkan bila memakai kendaraan umum, berikut rute yang sanggup Anda pilih:Dari Terminal Leuwi Panjang (Bandung) – naik bus jurusan Bandung-Indramayu – turun di pertigaan gerbang Gunung Tangkuban Perahu.Dari Stasiun Hall (Bandung) – naik angkot jurusan Stasiun Hall-Lembang – turun di perempatan (Lembang – Maribaya – Tangkuban Perahu) – naik angkot jurusan Lembang-Cikole – turun di pinggir kawah Gunung Tangkuban Perahu.

 

Harga tiket masuk

Untuk sanggup memasuki daerah wisata alam ini, Anda harus membayar tiket masuk.

Wisatawan domestik:

Tiket masuk: Rp 13.000Parkir motor: Rp 5.000Parkir mobil: Rp 10.000Parkir bus: Rp 20.000

Wisatawan asing:

Tiket masuk: Rp 50.000Parkir motor: Rp 7.000Parkir mobil: Rp 15.000Parkir bus: Rp 25.000